Anies Baswedan kirim surat ke Mensesneg soal Formula E Monas

anies baswedan

Jakarta, Portaljawa.com – Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi DKI Jakarta Mundardjito mengaku tak merekomendasikan pegelaran Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Hal ini berbeda dengan surat dari Gubernur Anies Baswedan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) Pratikno.

“Saya nggak tahu, kita nggak bikin, saya ketuanya kan,” ucap Mundardjito saat dihubungi, Rabu (12/2/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Mundardjito, TACB pun tidak berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta soal rencana Formula E di Monas. Dia pun mendapat informasi dari media massa.

“Enggak (koordinasi), baru tahu itu ada terjadi ada balap di situ dan baru tahu kemudian ditolak mula-mula sama Setneg, dan katanya dia iya-kan lagi. Jadi gimana juga nggak ngerti ya. Ditanya ke saya juga nggak ngerti,” ucap Mundardjito.

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan mengirimkan surat ke Mensesneg Pratikno soal tindak lanjut persetujuan Formula E di kawasan Monas. Dalam surat itu, Anies menyertakan rute lintasan yang masuk ke kawasan Monas.

Dari surat yang diterima detikcom, Selasa (11/2), surat nomor 61/-1.857.23 tersebut ditandatangani oleh Anies pada 11 Februari 2020. Dalam surat itu, Anies mengatakan telah mendapat rekomendasi dari TACB Provinsi DKI Jakarta.

“Dalam rangka menjaga fungsi, kelestarian lingkungan dan cagar budaya di Kawasan Medan Merdeka dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperoleh rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta yang dituangkan dalam surat Kepala Dinas Kebudayaan tanggal 20 Januari 2020 nomor 93/-1.853.15 tentang penyelenggaraan Formula E 2020,” tulis Anies dalam suratnya.

Formula E Direstui di Monas, Anies Kirim Desain Lintasan ke Mensesneg

anies baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengirimkan surat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno soal tindak lanjut persetujuan Formula E diselenggarakan di kawasan Monas. Dalam surat itu, Anies menyertakan rute lintasan yang masuk ke kawasan Monas.

Dari surat yang diterima, Selasa (11/2), surat nomor 61/-1.857.23 tersebut ditandatangani oleh Anies pada 11 Februari 2020. Dalam surat itu, Anies mengatakan telah mendapat rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta.

“Dalam rangka menjaga fungsi, kelestarian lingkungan dan cagar budaya di Kawasan Medan Merdeka dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperoleh rekomendasi TIM Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta yang dituangkan dalam surat Kepala Dinas Kebudayaan tanggal 20 Januari 2020 nomor 93/-1.853.15 tentang penyelenggaraan Formula E 2020,” tulis Anies dalam suratnya.

Anies berjanji menaati aturan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. “Sesuai dengan empat butir hal yang perlu diperhatikan sebagaimana dimuat sebagaimana surat persetujuan (dari Mensesneg) tersebut,” kata Anies.

Lintasan yang dikirim Anies sedikit berbeda dengan rute awal yang disepakati sebelum adanya polemik pembatalan di rapat Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka pada Rabu (5/2). Detail lintasan rute searah jarum jam, panjang lintasan 2,6 meter, dengan 11 tikungan.

Pada rute awal, setelah masuk ke kawasan Monas dari Medan Merdeka Selatan sebelah barat, pembalap akan memutari Tugu Monas dari sisi barat, utara, timur, lalu keluar ke Jalan Medan Merdeka Selatan sisi timur.

Dalam rute baru, setelah pembalap masuk ke kawasan Monas, dia akan menyusuri sisi barat Tugu Monas, putar balik, lalu ke bagian selatan Tugu Monas, kemudian keluar kawasan Monas menuju Jalan Medan Merdeka Selatan bagian timur.

Komisi Pengarah sebelumnya menolak trek Formula E di Monas, salah satu pertimbangannya adalah ada cagar budaya. Kini, Komisi Pengarah menyetujuinya.

Informasi mengenai penyelenggaraan Formula E 2020 di kawasan Medan Merdeka itu tertuang dalam surat yang diteken Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, Pratikno, nomor B-3KPPKMM/02/2020. Komisi Pengarah disebutkan menyetujui gelaran Formula E di kawasan Medan Merdeka dengan memperhatikan sejumlah hal di bawah ini:

Hal Penting Soal Formula E

1. Dalam merencanakan konstruksi lintasan tribun penonton dan fasilitas lainnya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, antara lain UU Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.
2. Menjaga keasrian, kelestarian vegetasi pepohonan dan kebersihan dan kebersihan lingkungan di kawasan Medan Merdeka.
3. Menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar kawasan Medan Merdeka.
4. Melibatkan instansi terkait guna menghindari perubahan fungsi, kerusakan lingkungan dan kerusakan cagar budaya di kawasan Medan Merdeka.

Nah itulah sedikit informasi yang di kutip dari Detik.com mengenai Gubernur Anies Baswedan mengirim persetujuan soal Formula E di Monas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *