2+ Cara Instal Linux di Windows Terbaru Paling Mudah

Bagi banyak orang sistem operasi Windows adalah sistem operasi favorit untuk digunakan. Tetapi, tidak sedikit juga orang yang ingin menggunakan sistem operasi lainnya, seperti Linux yang lebih fleksibel. Untuk menggunakan Linux, Anda perlu tahu cara instal Linux di Windows.

Alasan orang ingin mencoba Linux adalah karena Linux bersifat open-source dengan kelebihan lainnya yang tidak terdapat pada Windows. Menariknya, kelebihan yang sangat mendasar adalah virus yang tidak dapat menyerang OS Linux.

Berikut ini Cara Instal Linux di Windows Paling Mudah

Terdapat dua cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan instal Linux di Windows. Cara pertama adalah tanpa dual boot dan dengan dual boot. Berikut ini dua cara instal Linux di Windows yang bisa dilakukan, yaitu:

1.   Cara Instal Linux di Windows Tanpa Dual Boot

Cara menginstal Linux tanpa perlu menggunakan dual boot adalah dengan menggunakan Virtual Machine. Virtual Machine biasanya digunakan untuk pemakaian emulator android di komputer, contohnya Memu, Bluestack, Nox, dan lainnya. 

Untuk bisa menginstal Linux melalui Virtual Machine diperlukan bantuan dari VMWare Workstation. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan yaitu:

·      Siapkan material yang diperlukan untuk menginstal Linux di Windows. Material yang diperlukan adalah Installer Linux dan VMWare Workstation.

·      Setelah material berhasil didownload, selanjutnya adalah install VMWare Workstation. Caranya cukup mudah, buka aplikasi dan tunggu sampai tampilan instalasi muncul dan lakukan instalasi seperti pada umumnya.

·      Tunggu sampai proses instal selesai, kira-kira memerlukan waktu 10 menit.

·      Setelah proses instalasi selesai, Anda akan melihat dua pilihan, yaitu license produk dan menutup instalasi. Pilih License.

·      Selanjutnya, proses aktivasi produk VMWare Workstation.

·      Buka VMWare yang sudah berhasil diinstal. Pilih Create New Virtual Machine, dan pilih pilihan instalasi.

·      Tunggu sampai proses instalasi Linux selesai dan Anda akan melihat tampilan baru yang muncul.

·      Linux sudah siap untuk digunakan. Anda bisa mengubah settingan HDD, RAM, dan layar full screen sehingga Anda akan terlihat menggunakan Linux secara langsung.

2.   Cara Instal Linux di Windows dengan Dual Boot

Untuk melakukan dual boot untuk Linux dan Windows, Anda akan memerlukan ruang untuk Linux. Dual boot masih sering dipilih karena memiliki beberapa kelebihan. Misalnya, jika salah satu sistem operasi bermasalah maka sistem operasi lainnya bisa memperbaiki masalah itu. 

Selain itu, mengurangi biaya hardware, karena dalam satu PC bisa menggunakan lebih dari satu sistem operasi. Berikut adalah tutorial lengkap untuk melakukan dual boot instal Linux di Windows, yaitu:

·      Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mempartisi harddisk Windows 10. Buka Windows search bar yaitu ikon kaca pembesar yang berada di bagian pojok kiri bawah layar.

·      Selanjutnya, ketik “DISKMGMT.MSC” di pencarian lalu tekan enter.

·      Klik kanan hard drive utama dan klik Shrink Volume. Apabila Anda mempunyai lebih dari satu drive, selalu pastikan memilih drive yang memiliki tulisan Primary Partition yang biasanya dilabeli dengan drive C:.

·      Pilih seberapa banyak ingin mengecilkan drive. Pada kolom Shrink dan masukan ukuran pada pilihan Enter the amount of space to shrink in MB. Sebagai rekomendasi, lebih baik sisihkan sekitar 20GB untuk Linux.

·      Selanjutnya, pilih Shrink. Setelah memiliki ruang untuk keperluan instal Linux, Anda perlu menulis Linux Distro ke USB atau drive eksternal.

·      Setelah berhasil mempartisi harddisk, langkah selanjutnya adalah membuat USB bootable Linux.

·      Download Linux distro dengan format ISO. File ISO merupakan image desk. Beberapa pilihan terbaik adalah Ubuntu, Fedora, atau Mint yang bebas untuk didownload dari web utama masing-masing. Dalam tutorial ini menggunakan Ubuntu.

·       Masukkan drive USB ke PC. Mungkin saja Anda akan diminta untuk melakukan format drive, oleh karena itu jangan lupa Anda harus melakukan back-up file sebelumnya.

·       Download Rufus. Setelah berhasil didownload, buka Rufus dan pilih drive USB yang ada di daftar perangkat. Apabila Anda tidak mengetahui drive mana yang akan dipakai, keluarkan semua drive sampai hanya ada satu yang dipilih.

·       Pada menu pop-up Rufus, terdapat pilihan Boot Selection. Pilih tombol SELECT dan pilih file ISO yang telah didownload. Anda tidak perlu mengubah pengaturan default yang lain.

·       Selanjutnya, pilih Start. Apabila Anda memperoleh pesan pop-up yang meminta untuk memilih mode yang ingin dipakai untuk menulis gambar maka pilih ISO. Tunggu sampai Rufus selesai memasang file ISO ke drive yang memerlukan beberapa waktu.

·       Langkah selanjutnya adalah instal Linux di Windows menggunakan USB. Masukkan drive USB Linux yang bisa di-boot.

·       Pilih menu Start yang berada di bagian pojok kiri bawah layar dengan gambar seperti logo Windows.

·       Tekan dan tahan tombol Shift sambil klik Restart. Langkah ini akan membawa menuju Windows Recovery Environment.

·       Pada pilihan choose an option, terdapat pilihan Continue, Use a Device, Troubleshoot, dan Turn off your PC. Pilih Use a Device.

·       Temukan perangkat yang berada dalam daftar. Apabila Anda tidak melihat drive tersebut, pilih EFI USB Devicedan pilih drive Anda di layar selanjutnya.

·       Komputer telah siap untuk mem-boot Linux. Jika PC melakukan reboot Windows, mungkin terdapat masalah di drive atau Anda perlu mengubah pengaturan pada BIOS. 

Hal yang harus diperhatikan adalah mengubah pengaturan bisa merusak komputer apabila Anda tidak mengerti.

·       Pilih Install Linux Pada beberapa distro memungkinkan pengguna untuk mencoba OS sebelum menginstal.

·       Lanjutkan proses instalasi yang bergantung pada distro mana yang coba diinstal. Rincian tersebut mungkin termasuk bahasa, WiFi, tata letak keyboard, zona waktu, dan lainnya. Anda juga mungkin akan diminta membuat akun yang berisi nama pengguna dan password. 

Selalu pastikan untuk menuliskannya secara detail, karena mungkin akan diperlukan lagi di masa mendatang.

·       Kebanyakan distro akan memungkinkan untuk mempartisi atau menghapus drive dengan cara clean install selama proses penginstalan. 

Menghapus disk artinya Anda akan kehilangan file, pengaturan, serta sistem operasi Windows. Pilih Delete apabila Anda sudah menyimpan salinan semua file sebelum melakukan instalasi.

·       Restart komputer ketika diminta. Apabila anda mempunyai lebih dari satu OS maka Anda akan dibawa menuju layar GNU GRUB setelah proses reboot. Layar tersebut memungkinkan Anda untuk memilih sistem operasi yang ingin di-boot.

·       Apabila Anda tidak melihat layar GRUB, Anda bisa mencoba memindahkan distro Linux lebih tinggi di daftar boot di BIOS.

·       Setelah selesai, lakukan pemeriksaan hardware. Pada beberapa kasus, Anda harus mendownload driver tambahan supaya beberapa hardware dapat berfungsi. Opsi mendownload driver dapat ditemukan pada System Setting di OS Linux yang baru.

·       Setelah melakukan verifikasi bahwa hardware berfungsi, Anda dapat memakai distro Linux.

Kekurangan dari dual boot yang perlu Anda ketahui adalah instalasi yang rumit, mulai dari instalasi sistem operasi, driver, atau konfigurasi lainnya. Selain itu, memakan ruang hard disk yang cukup besar.

Cara instal Linux di Windows memang rumit terutama jika dilakukan bagi Anda yang awam dan tidak terbiasa mengubah pengaturan sistem operasi. Jika Anda ingin melakukannya, Anda harus memperhatikan kemungkinan buruk yang dapat terjadi supaya bisa mencegah hal tersebut terjadi.