9+ Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Cerdik #TipsUntukAyah

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Cerdik – Ayah sebagai kepala keluarga sering memegang peran pencari nafkah utama. Tapi tak jarang, urusan rumah tangga termasuk cara mengatur keuangan sering diserahkan kepada ibu. Persepsi umum bahwa wanita lebih cocok mengelola finansial rumah tangga, termasuk masih banyak dipraktikkan di masyarakat Indonesia, bahkan global.

Faktanya, cara mengatur keuangan rumah tangga tidak harus bersifat sepihak. PFI Mega Life Indonesia sebagai perusahaan asuransi keluarga sangat paham akan kebutuhan Ayah dalam cara mengurus keuangan yang tepat. Cari tahu produk asuransi dan investasi yang bisa Anda dan keluarga miliki dengan lengkap. Ayah dan Ibu bisa saling bekerja sama untuk manajemen finansial terbaik.

9+ Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Cerdik

cara mengatur keuangan rumah tangga
9+ Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Cerdik #TipsUntukAyah 2

Yuk, langsung cek sembilan cara mengatur keuangan rumah tangga yang cerdik #TipsUntukAyah berikut:

1. Ketahui target finansial secara menyeluruh

Sebagai individu yang disibukkan dengan rutinitas sehari-hari, Ayah sebaiknya tidak hanya fokus pada target finansial seperti biaya sehari-hari. Dalam cara mengatur keuangan, ada target finansial yang berbeda periode waktunya, yaitu:

  • Jangka Pendek: Semua biaya yang bersifat harus dibayar dalam waktu kurang dari 1 tahun, misalnya peralatan elektronik atau liburan keluarga. Instrumen investasi yang dipilih sebaiknya yang bersifat likuid.
  • Jangka Menengah: Target finansial ini bisa dicapai dalam waktu 3-5 tahun, misalnya biaya pendaftaran sekolah, melunasi utang, dan membayar DP kendaraan. Untuk ini, Ayah bisa memilih instrumen investasi seperti reksadana, deposito, atau obligasi.
  • Jangka Panjang: Dengan estimasi di atas 5 tahun, target finansial ini biasanya berjumlah besar misalnya, biaya pendidikan jenjang tinggi, dan membeli rumah baru. Gunakan instrumen jangka panjang seperti dana pensiun atau investasi asuransi.
Baca Juga :  Mengenal Anatomi Sistem Pencernaan Manusia beserta Fungsinya bagi Tubuh

2. Tetap menabung dan berinvestasi

Banyak suami menyerahkan pendapatan untuk dikelola istri. Seringnya, Ayah hanya memegang sedikit dana untuk kebutuhan pribadinya sehari-hari. Sebagai cara mengatur keuangan rumah tangga yang tidak abai terhadap diri sendiri, Ayah juga disarankan menabung dan berinvestasi secara rutin.

Baca Juga :  4 Cаrа Mеmulаі Bisnis Bagi Pemula

Edukasi terus diri untuk menambah pengetahuan finansial, termasuk inflasi, cara investasi, teknik berhemat, dan berbagai strategi meningkatkan tabungan dari waktu ke waktu. Jadi, Ayah tetap aktif berpenghasilan dan juga menabung serta berinvestasi.

Baca Juga :  Upah Minimum Jawa Tengah (UMP) tahun 2020 naik 8.51 Persen

3. Mencadangkan dana darurat

Sebagai kepala keluarga, tidak dimungkiri kalau Ayah adalah penggerak rumah tangga. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Ayah harus memastikan keberlangsungan hidup anggota keluarga tidak terganggu.

Idealnya, Ayah harus mencadangkan dana yang bisa menutupi kebutuhan berjalan selama 3-6 bulan ke depan. Dana darurat ini sebaiknya tidak digunakan untuk kebutuhan yang tidak bersifat genting. Dana tersebut dapat digunakan ketika Ayah tidak lagi memiliki sumber penghasilan. Selain itu, dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan yang bersifat mendadak, seperti kecelakaan, biaya berobat, atau kerusakan aset.

Baca Juga :  AL-AYYUBI AUTO : Salon Mobil Panggilan & Jasa Perawatan Mobil Terbaik

4. Proteksi diri dan keluarga

Dana darurat juga tidak harus bersifat cash atau tunai saja. Ayah juga sangat dianjurkan untuk memiliki asuransi jiwa dan kesehatan untuk proteksi rawat inap di rumah sakit. Jadikan asuransi sebagai bagian dari cara mengurus keuangan rumah tangga untuk Ayah dan semua anggota keluarga.

Hindari membeli asuransi pada last minute. Ini karena konsekuensi dari hilangnya waktu, uang, kesehatan, atau bahkan jiwa, adalah hal yang sulit untuk diraih kembali. Dampak tak terduga dari kecelakaan atau penyakit yang menimpa bisa memorak-porandakan rencana Anda secara drastis.

Pikirkan skenario terburuk yang mungkin menimpa Ayah dan pilih asuransi yang paling tepat untuk Anda. Jadikan asuransi sebagai kebutuhan primer, sehingga premi asuransi tidak bedanya dengan simpanan atau pengeluaran bulanan rumah tangga.

Baca Juga :  Tips Menjadi Bisnisman Sukses dan Berhasil

5. Rencana masa tua (pensiun)

Anak-anak pasti akan tumbuh dewasa. Ayah juga pasti akan bertambah tua. Mulai dari sekarang Ayah sudah harus punya rencana untuk masa tua atau memiliki dana pensiun. Ini penting supaya nantinya Anda tidak menciptakan sandwich generation, dimana anak harus menanggung orang tua, sambil juga harus memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri, yaitu pasangan dan anak-cucu Anda.

Di sini, Anda boleh mulai memikirkan peluang bisnis yang bisa dijalani atau cara mendatangkan passive income secara jangka panjang. Kembali lagi, banyak instrumen investasi yang bisa dijalankan secara bersamaan, mulai dari dana pensiun, asuransi, tabungan jangka panjang, dan rencana bisnis.

Baca Juga :  Apa Itu Kabel UTP : Fungsi, Warna, Jenis ,dan Komponen Lengkap

6. Edukasi finansial keluarga

Sebagai sosok sentral, jadikan edukasi finansial sebagai bagian penting dari mengasuh anak. Ayah selayaknya mendidik anak sedari dini tentang literasi finansial, seperti cara menabung, cara menghargai nilai uang dan cara mengurus keuangan sejak dini.

Ajarkan anak perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Tanamkan juga sifat tidak mudah memberikan anak hadiah tanpa perjuangan. Terapkan disiplin diri untuk kestabilan finansial mereka di masa mendatang. Saat mengajarkan anak-anak, Ayah juga akan belajar banyak tentang cara mengurus keuangan rumah tangga nantinya.

Baca Juga :  6 Kesalahan Wanita dalam Mengatur Keuangan

7. Kaji ulang rencana keuangan secara berkala

Cara mengurus keuangan rumah tangga yang tepat adalah sebuah proses belajar dan perbaikan yang berkesinambungan. Setiap tahun atau periode tertentu, Ayah boleh mengkaji ulang atau melakukan review terhadap manajemen keuangan yang sudah dijalankan.

Ayah bisa mempelajari kembali apakah rencana tabungan dan investasi sudah tepat sasaran? Atau bisa diperbaiki kembali? Adakah hutang yang bisa dilunasi lebih cepat? Atau jika biaya masa depan pendidikan anak sudah aman? Jangan lupa juga untuk mengecek apakah asuransi jiwa dan kesehatan masih aktif dan sudah sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga :  Tips Menjadi Bisnisman Sukses dan Berhasil

8. Investasi untuk diri sendiri

Diri Anda adalah aset terbesar yang Anda miliki. Jadi, tetap cari cara untuk mengasah skills Ayah agar tetap relevan dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Cari cara untuk terus belajar, tumbuh dan beradaptasi terhadap perkembangan dunia. Tentunya, Ayah juga harus menjaga kesehatan mental dan emosional, selain juga berinvestasi pada kesehatan fisik dengan cara- cara sehat.

9. Jadikan Asuransi Sebagai Senjata Ampuh Ayah

Setelah berkeluarga, pria yang memegang peran Ayah tidak bedanya dengan superhero alias manusia hebat yang serba bisa. Dalam proses menjaga keluarga, Ayah sangat dianjurkan untuk menjadikan asuransi sebagai salah satu strategi dan cara mengurus keuangan rumah tangga yang paling handal.

Baca Juga :  Apa itu Teori Organisasi Klasik ?

Dengan memiliki asuransi, Ayah berarti sudah on-track terhadap kestabilan keuangan keluarga. Memiliki asuransi kesehatan akan meminimalkan risiko atas terkurasnya dana dan tabungan Anda pada saat darurat. Asuransi jiwa akan memastikan kenyamanan hidup istri dan buah hati jika Anda meninggal dunia.

Dapatkan info produk, premi yang bersaing, dan pelayanan fasilitas yang layak Anda dapatkan sebagai kepala keluarga yang dapat diandalkan. Hubungi segera PFI Mega Life dan nikmati proteksi asuransi terbaik, sekarang juga!

Tinggalkan komentar